Keunggulan radio terkait drama:
Bahasa radio biasanya berakar pada budaya lisan sebuah masyarakat. Ini sangat menguntungkan karena drama, akan benar-benar mengangkat budaya lisan tersebut.
Radio punya kemampuan tak terbatas dalam menggugah imajinasi pendengar. Penulis naskah tak perlu khawatir, karena imajinasi pendengar bisa dieksplor semaksimal mungkin.
Radio tidak punya keterbatasan dalam mengubah waktu dan setting cerita. Radio bisa menjelajahi semua tempat dan kondisi, bahkan yang belum pernah ada sekalipun, dan tidak ada batasan untuk itu. Stasiun radio yang paling sederhana pun mampu melakukannya.
Ingat! Radio adalah media yang sangat personal. Sentuhlah hati mereka seintim mungkin.
Kelemahan radio terkait drama:
Semua pesan hanya diterima pendengar melalui telinga.
Pendengar hanya menjadikan radio sebagai secondary medium. Mereka tetap melakukan aktivitas selama menyimak siaran radio. Oleh karena itu, penulis naskah harus mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin.
Radio bisa menawarkan banyak hal, tapi ada beberapa hal yang tidak mungkin disampaikan secara mendetil. Misalnya cara memasak sebuah resep, atau cara membedah pasien dalam bidang kedokteran.
Semua pesan dalam radio hanya didengar sekali saja, selintas (heard at once).
Bagaimana membuat naskah drama yang menarik?
- Sampaikan karakter sejelas mungkin dan sesering mungkin. Sebaiknya, setiap karakter khususnya karakter utama, disampaikan secara berkala, terutama di awal setiap scene. Karakter ini juga bisa ditunjukkan oleh suara yang khas/berbeda.
- Buat naskah yang menarik pada awal setiap scene atau episode. Sebenarnya, daya tarik ini bukan hanya naskah tapi juga sound effect atau musik. Tapi, naskah menjadi yang utama, karena berisi pesan yang jelas.
- Jangan terlalu banyak pesan inti yang disampaikan dalam setiap episode/scene. Buat inti cerita yang simpel dan mudah dicerna.
- Ulangi beberapa pesan yang penting. Caranya bermacam-macam. Bisa berupa pertanyaan dari lawan bicara, pengulangan oleh lawan bicara atau pengulangan dari pembicara
- Jelaskan setting drama dengan jelas dalam setiap scene. Bisa disampaikan oleh narator, oleh para karakter atau menggunakan sound effect.
- Sampaikan di awal episode tentang cerita pada episode sebelumnya secara singkat.
Teknis cara penulisan naskah drama:
- Gunakan huruf besar untuk nama tokoh, sound effect, music, dan aksi para tokoh.
- Gunakan huruf kecil untuk naskah dialog para tokoh.
- Setiap naskah dialog dan sound effect harus dibubuhi nomor, sesuai dengan urutan waktu.
- Garis bawahi setiap aksi yang harus dijalankan oleh editor/operator produksi.
Panduan Menulis Dialog Drama Radio:
- Setiap dialog harus tertulis dalam bentuk naskah yang lengkap, termasuk cara pengucapannya.
- Dialog harus dibuat senatural mungkin. (Ingat write the way you talk)
- Setiap dialog harus cocok dengan karakter tokoh.
- Setiap karakter harus mencocokkan dialog dengan aksi dan situasi.
- Sebutkan setiap nama karakter lebih banyak daripada dalam kehidupan sehari-hari.
- Hindari tokoh atau karakter berbicara pada dirinya sendiri.
- Hindari ketidakjelasan pesan. Setiap pesan harus berisi kejelasan tanpa membutuhkan penjabaran dari kalimat berikutnya.
- Jelaskan setiap kondisi yang diinginkan dari setiap karakter ketika berdialog.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar