Morissan menganggap, program permainan (game show) sudah sejak lama menjadi media untuk mengeksplorasi naluri manusia terhadap uang, sebab uang selalu menarik. “Pemenangnya menjadi berita dan pusat perhatian, audien berfantasi bahwa mereka akan menjadi pemenang berikutnya” (Morissan, 2008:216) Morissan menjelaskan definisi permainan (game show) sebagai “program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu maupun kelompok yang saling bersaing untuk memenangkan suatu bentuk permainan.” Program permainan biasanya membutuhkan biaya produksi yang relatif rendah namun dapat menjadi acara yang sangat digemari(Morissan, 2008: 217). Quiz show menurut Morissan merupakan salah satu bentuk program permainan yang paling sederhana. Sejumlah peserta bersaing menjawab sebuah pertanyaan. Permainan ini menekankan intelektualitas. Peserta yang dilibatkan bisa berasal dari berbagai kalangan.
Program ini disajikan dalam bentuk cerita monolog naratif dengan tema khusus di setiap episode. Setelah cerita selesai, disampaikan pertanyaan kuis khusus edisi hari tersebut. Isi pertanyaan berkaitan dengan cerita yang disampaikan sebelumnya, sehingga pendengar yang tidak menyimak dari awal bisa jadi akan kesulitan menjawabnya.
Pendengar harus menyimak narasi kisah yang disampaikan oleh penyiar dengan baik, dan menjawab pertanyaan di akhir cerita melalui telepon secara langsung ke studio (on air). Dibuka kesempatan untuk beberapa penelepon, dari semuanya disisihkan hanya yang menjawab dengan tepat, lalu ditentukan pemenangnya dengan undian di studio.
Selanjutnya, penanggung jawab program bekerja sama dengan pihak marketing stasiun radio, menunggu klaim hadiah dari pemenang, menyerahkan hadiah, dan memberikan laporan keberlangsungan program kepada sponsor program.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Sabtu, 09 Mei 2020
Produksi Siaran Dongeng
Dongeng merupakan bentuk karya sastra lama yang bercerita mengenai sesuatu kejadian yang sanggat luar biasa, dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang dismpaikan secara turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyamapaikan ajaran moral untuk medidikserta menghibur.
Seorang pendongeng yang ada di radio maupun di media lainnya mampu menyampaikan atau memerankan banyak karakter, serta mengemas sebuah dongeng sehingga dapat menghibur sekaligus menyampaikan sebuah pesan atau sebuah informasi, serta edukasi bagi para penikamatnya. Pada dasarnya dongeng di radio adalah ragam progam yang ada di dalam radio tersebut, seperti contohnya di Radio Rasilima FM.
Radio siaran pada dasarnya sebagai salah satu alat penyampai pesan kepada khalayak dengan jangkauan yang luas untuk dijadikan sebuah pengetahuan dan kemajuan dalam mengikuti perkembangan zaman. Karena pesan yang disampaikan radio bersifat umum, serempak, sasaran pada khalayak secara heterogen dan komunikator melembaga serta proses berlangsung satu arah.
Seorang pendongeng yang ada di radio maupun di media lainnya mampu menyampaikan atau memerankan banyak karakter, serta mengemas sebuah dongeng sehingga dapat menghibur sekaligus menyampaikan sebuah pesan atau sebuah informasi, serta edukasi bagi para penikamatnya. Pada dasarnya dongeng di radio adalah ragam progam yang ada di dalam radio tersebut, seperti contohnya di Radio Rasilima FM.
Radio siaran pada dasarnya sebagai salah satu alat penyampai pesan kepada khalayak dengan jangkauan yang luas untuk dijadikan sebuah pengetahuan dan kemajuan dalam mengikuti perkembangan zaman. Karena pesan yang disampaikan radio bersifat umum, serempak, sasaran pada khalayak secara heterogen dan komunikator melembaga serta proses berlangsung satu arah.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Produksi DRAMA Siaran Radio
Drama Radio merupakan tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di dalam radio. Pembuatan drama radio harus mempertimbangkan perbedaan fungsi mata (visual) dan telinga (audio) dimana mata lebih kritis sedangkan telinga lebih menggugah perasaan / imajinasi. Dengan demikian naskah drama radio dibuat dengan dialog-dialog yang ditujukan untuk menggugah imajinasi pendengar.
Keunggulan radio terkait drama:
Bahasa radio biasanya berakar pada budaya lisan sebuah masyarakat. Ini sangat menguntungkan karena drama, akan benar-benar mengangkat budaya lisan tersebut.
Radio punya kemampuan tak terbatas dalam menggugah imajinasi pendengar. Penulis naskah tak perlu khawatir, karena imajinasi pendengar bisa dieksplor semaksimal mungkin.
Radio tidak punya keterbatasan dalam mengubah waktu dan setting cerita. Radio bisa menjelajahi semua tempat dan kondisi, bahkan yang belum pernah ada sekalipun, dan tidak ada batasan untuk itu. Stasiun radio yang paling sederhana pun mampu melakukannya.
Ingat! Radio adalah media yang sangat personal. Sentuhlah hati mereka seintim mungkin.
Kelemahan radio terkait drama:
Semua pesan hanya diterima pendengar melalui telinga.
Pendengar hanya menjadikan radio sebagai secondary medium. Mereka tetap melakukan aktivitas selama menyimak siaran radio. Oleh karena itu, penulis naskah harus mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin.
Radio bisa menawarkan banyak hal, tapi ada beberapa hal yang tidak mungkin disampaikan secara mendetil. Misalnya cara memasak sebuah resep, atau cara membedah pasien dalam bidang kedokteran.
Semua pesan dalam radio hanya didengar sekali saja, selintas (heard at once).
Bagaimana membuat naskah drama yang menarik?
Teknis cara penulisan naskah drama:
Panduan Menulis Dialog Drama Radio:
Keunggulan radio terkait drama:
Bahasa radio biasanya berakar pada budaya lisan sebuah masyarakat. Ini sangat menguntungkan karena drama, akan benar-benar mengangkat budaya lisan tersebut.
Radio punya kemampuan tak terbatas dalam menggugah imajinasi pendengar. Penulis naskah tak perlu khawatir, karena imajinasi pendengar bisa dieksplor semaksimal mungkin.
Radio tidak punya keterbatasan dalam mengubah waktu dan setting cerita. Radio bisa menjelajahi semua tempat dan kondisi, bahkan yang belum pernah ada sekalipun, dan tidak ada batasan untuk itu. Stasiun radio yang paling sederhana pun mampu melakukannya.
Ingat! Radio adalah media yang sangat personal. Sentuhlah hati mereka seintim mungkin.
Kelemahan radio terkait drama:
Semua pesan hanya diterima pendengar melalui telinga.
Pendengar hanya menjadikan radio sebagai secondary medium. Mereka tetap melakukan aktivitas selama menyimak siaran radio. Oleh karena itu, penulis naskah harus mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin.
Radio bisa menawarkan banyak hal, tapi ada beberapa hal yang tidak mungkin disampaikan secara mendetil. Misalnya cara memasak sebuah resep, atau cara membedah pasien dalam bidang kedokteran.
Semua pesan dalam radio hanya didengar sekali saja, selintas (heard at once).
Bagaimana membuat naskah drama yang menarik?
- Sampaikan karakter sejelas mungkin dan sesering mungkin. Sebaiknya, setiap karakter khususnya karakter utama, disampaikan secara berkala, terutama di awal setiap scene. Karakter ini juga bisa ditunjukkan oleh suara yang khas/berbeda.
- Buat naskah yang menarik pada awal setiap scene atau episode. Sebenarnya, daya tarik ini bukan hanya naskah tapi juga sound effect atau musik. Tapi, naskah menjadi yang utama, karena berisi pesan yang jelas.
- Jangan terlalu banyak pesan inti yang disampaikan dalam setiap episode/scene. Buat inti cerita yang simpel dan mudah dicerna.
- Ulangi beberapa pesan yang penting. Caranya bermacam-macam. Bisa berupa pertanyaan dari lawan bicara, pengulangan oleh lawan bicara atau pengulangan dari pembicara
- Jelaskan setting drama dengan jelas dalam setiap scene. Bisa disampaikan oleh narator, oleh para karakter atau menggunakan sound effect.
- Sampaikan di awal episode tentang cerita pada episode sebelumnya secara singkat.
Teknis cara penulisan naskah drama:
- Gunakan huruf besar untuk nama tokoh, sound effect, music, dan aksi para tokoh.
- Gunakan huruf kecil untuk naskah dialog para tokoh.
- Setiap naskah dialog dan sound effect harus dibubuhi nomor, sesuai dengan urutan waktu.
- Garis bawahi setiap aksi yang harus dijalankan oleh editor/operator produksi.
Panduan Menulis Dialog Drama Radio:
- Setiap dialog harus tertulis dalam bentuk naskah yang lengkap, termasuk cara pengucapannya.
- Dialog harus dibuat senatural mungkin. (Ingat write the way you talk)
- Setiap dialog harus cocok dengan karakter tokoh.
- Setiap karakter harus mencocokkan dialog dengan aksi dan situasi.
- Sebutkan setiap nama karakter lebih banyak daripada dalam kehidupan sehari-hari.
- Hindari tokoh atau karakter berbicara pada dirinya sendiri.
- Hindari ketidakjelasan pesan. Setiap pesan harus berisi kejelasan tanpa membutuhkan penjabaran dari kalimat berikutnya.
- Jelaskan setiap kondisi yang diinginkan dari setiap karakter ketika berdialog.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Perencanaan Siaran Radio Harian
Perencanaan
Perencanaan (planning) mencakup kegiatan penentuan tujuan (objectives) media penyiaran serta mempersiapkan rencana dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. dalam sebuah perencanaan harus diputuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya”. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Perencanaan siaran secara umum melahirkan kebijakan umum tentang begaimana mengatur alokasi waktu dan materi siaran dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Bagian program bertanggung jawab untuk mendapatkan program serta menentukan waktu jam penayangan program.
Pembagian waktu siaran
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas perilaku audien, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan untuk menonton televisi atau mendengarkan radio pada jam tertentu. Pada prinsipnya siaran radio dan televisi harus dapat menemani aktivitas apa pun. Aktivitas audien pada umumnya memiliki pola yang sama pada setiap bagian hari, apakah pagi, siang atau malam hari. Programmer menyusun jadwal acara berdasarkan ktivitas audien ini.
Contoh jadwal siaran radio
05.00-07.00 WIB : Siraman rohani
07.00-09.00 WIB : In Tips (informasi dan Tips), memadukan informasi dan musik hits
09.00-11.00 WIB : Goyang asoy
11.00-13.00 WIB : In Tips Siang
13.00-15.00 WIB : Pak Tejo (paket Tembang Jowo)
15.00-17.00 WIB : In Tips Sore
17.00-18.00 WIB : Religi Islam
Perencanaan (planning) mencakup kegiatan penentuan tujuan (objectives) media penyiaran serta mempersiapkan rencana dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. dalam sebuah perencanaan harus diputuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya”. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Perencanaan siaran secara umum melahirkan kebijakan umum tentang begaimana mengatur alokasi waktu dan materi siaran dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Bagian program bertanggung jawab untuk mendapatkan program serta menentukan waktu jam penayangan program.
Pembagian waktu siaran
Menentukan jadwal penayangan suatu acara ditentukan atas perilaku audien, yaitu rotasi kegiatan mereka dalam satu hari dan juga kebiasaan untuk menonton televisi atau mendengarkan radio pada jam tertentu. Pada prinsipnya siaran radio dan televisi harus dapat menemani aktivitas apa pun. Aktivitas audien pada umumnya memiliki pola yang sama pada setiap bagian hari, apakah pagi, siang atau malam hari. Programmer menyusun jadwal acara berdasarkan ktivitas audien ini.
Contoh jadwal siaran radio
05.00-07.00 WIB : Siraman rohani
07.00-09.00 WIB : In Tips (informasi dan Tips), memadukan informasi dan musik hits
09.00-11.00 WIB : Goyang asoy
11.00-13.00 WIB : In Tips Siang
13.00-15.00 WIB : Pak Tejo (paket Tembang Jowo)
15.00-17.00 WIB : In Tips Sore
17.00-18.00 WIB : Religi Islam
Produksi siaran radio Komunitas
Radio komunitas adalah lembaga layanan nirlaba yang dimiliki dan dikelola oleh komunitas tertentu, umumnya melalui yayasan atau asosiasi. Tujuannya adalah untuk melayani dan memberikan manfaat kepada komunitas dimana lembaga penyiaran tersebut berada. Radio komunitas adalah stasiun radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Radio komunitas sering juga disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan atau radio alternatif.
Latar belakang pendirian radio komunitas adalah untuk sosial ekonomi atau pengembangan komunitas (masalah, kebutuhan, & potensi) bukan untuk memperoleh keuntungan. Tujuan/prioritas utama pihak penerima manfaat adalah untuk komunitas dan sasaran siaran untuk Komunitas Lokal bukan untuk seluas-luasnya. Strategi pendanaan dari peranserta komunitas, sumbangan (pihak lain yang tidak mengikat) dan program siaran kerjasama sesuai kepentingan komunitas. Staffing radio komunitas bisa dari relawan dan untuk kaderisasi bukan karyawan professional.
Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 setelah dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran.
Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam organisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (Jirak Celebes), Forum Radio Kampus Bandung, dan lainnya. Radio komunitas yang tersebar hampir di seluruh pelosok tanah air ini telah diatur dan bekerja pada frekuensi FM atau kanal 106, 107, 108.
Secara umum radio komunitas memiliki ciri:
Latar belakang pendirian radio komunitas adalah untuk sosial ekonomi atau pengembangan komunitas (masalah, kebutuhan, & potensi) bukan untuk memperoleh keuntungan. Tujuan/prioritas utama pihak penerima manfaat adalah untuk komunitas dan sasaran siaran untuk Komunitas Lokal bukan untuk seluas-luasnya. Strategi pendanaan dari peranserta komunitas, sumbangan (pihak lain yang tidak mengikat) dan program siaran kerjasama sesuai kepentingan komunitas. Staffing radio komunitas bisa dari relawan dan untuk kaderisasi bukan karyawan professional.
Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 setelah dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran.
Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam organisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (Jirak Celebes), Forum Radio Kampus Bandung, dan lainnya. Radio komunitas yang tersebar hampir di seluruh pelosok tanah air ini telah diatur dan bekerja pada frekuensi FM atau kanal 106, 107, 108.
Secara umum radio komunitas memiliki ciri:
- Tujuan, dalam hal ini untuk menyediakan berita dan informasi yang relevan dengan kebutuhan anggota komunitas, menyediakan medium untuk berkomunikasi anggota komunitas dan untuk menguatkan keberagaman politik.
- Kepemilikan dan control, dibagi diantara warga, pemerintahan lokal dan organisasi kemasyarakatan.
- Isi, siaran radio diproduksi dan diorientasikan untuk kepentingan lokal.
- Produksi, melibatkan tenaga nonprofesional dan sukarelawan.
- Distribusi. Melalui udara, kabel, dan jaringan elektronik.
- Audien. Biasanya tertentu seperti dibatasi wilayah geografis.Didorong oleh semangat kebersamaan dan kemaslahatan komunitas, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Serta memperlancar terjadinya penyelesaian masalah.
- Pembiayaan. Secara prinsip non komersial, walaupun secara keseluruhan meliputi juga sponsor perusahaan, iklan, dan subsidi pemerintah
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Ragam Program Siaran Radio
Music Program Program yang menyiarkan musik untuk menghibur pendengar. Biasanya dibuat format sesuai jenis musiknya dan jarang sekali dicampur untuk berbagai jenis musik. Misalnya siaran khusus untuk musik keroncong, pop, jass, dangdut, campursari, barat, Indonesia dan sebagainya. Secara umum siaran program musik dirancang dengan format: kontak / bicara dg pendengar; menyuguhkan musik; selingan iklan dan dilanjutkan pemutaran lagu berikutnya.
Talkshow Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon. Dalam ini telah dikembangkan menjadi program diskusi interaktif yang melibatkan narasumber dan peserta baik yang ada di dalam studio maupun pemirsa di rumah. Penyiar dalam hal ini bertindak sebagai pemandu acara dan bahkan sebagai moderator. Talkshow umumnya didisain dengan format : Pembukaan yang diisi dengan perkenalan narasumber maupun peserta; sesi/segmen pertama yang mengupas subtema pertama; jeda untuk iklan, selingan; sesi/segmen kedua yang mengupas subtema kedua; jeda iklan, selingan dan seterusnya sampai selesai dan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan salam.
Program News terdiri dari: Buletin (Paket berita) Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan basa-basi siaran seperti biasa.
Selain itu, dikenal pula dua macam program siaran:
a. Program Leguler yaitu program rutin suatu radio yang sifatnya daily program atau weekly program. Dengan konten program tetap yang memiliki ciri berbeda dari masing-masing program reguler yang ada, hadir dengan line interaktif terhadap pendengarnya, dengan format bebas (single DJ ataupun DJ Shows "dua host")
b. Program Spesial yaitu program yang hadir pada moment tertentu dengan format single DJ dan Recording. Program spesial tidak menghadirkan line interaktif dan tidak live. Dikemas dengan tema berbeda serta hadir sekali sebulan ataupun sekali seminggu.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Talkshow Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon. Dalam ini telah dikembangkan menjadi program diskusi interaktif yang melibatkan narasumber dan peserta baik yang ada di dalam studio maupun pemirsa di rumah. Penyiar dalam hal ini bertindak sebagai pemandu acara dan bahkan sebagai moderator. Talkshow umumnya didisain dengan format : Pembukaan yang diisi dengan perkenalan narasumber maupun peserta; sesi/segmen pertama yang mengupas subtema pertama; jeda untuk iklan, selingan; sesi/segmen kedua yang mengupas subtema kedua; jeda iklan, selingan dan seterusnya sampai selesai dan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan salam.
Program News terdiri dari: Buletin (Paket berita) Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan basa-basi siaran seperti biasa.
Selain itu, dikenal pula dua macam program siaran:
a. Program Leguler yaitu program rutin suatu radio yang sifatnya daily program atau weekly program. Dengan konten program tetap yang memiliki ciri berbeda dari masing-masing program reguler yang ada, hadir dengan line interaktif terhadap pendengarnya, dengan format bebas (single DJ ataupun DJ Shows "dua host")
b. Program Spesial yaitu program yang hadir pada moment tertentu dengan format single DJ dan Recording. Program spesial tidak menghadirkan line interaktif dan tidak live. Dikemas dengan tema berbeda serta hadir sekali sebulan ataupun sekali seminggu.
Nama : Ayu Astutika Lestari
Dosen Pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI
Langganan:
Postingan (Atom)